Selasa, 21 Juni 2011

Cerpen-KESALAHANKU

Karya:Trifena Anneke Mofu

Namaku Nanda dan aku tak pernah menyangka akan mengakhiri hidupku dengan sangat bodoh.Bagaimana mungkin seorang Nanda yang kalem,pendiam dan dikenal baik-baik dirumah tapi pada kenyataannya hamil oleh pria berumur yang sudah mempunyai anak istri..Huuuuuiiiiih,bagaimana kalau orang tuaku tahu akan keadaanku ini,bagaimana kalau seluruh isi kampungku tahu dengan kondisiku sekarang ini.
Aku bagaikan dihantam batu karang yang tak pernah habis dikikis ombak,hatiku bagai disambar petir .Dengan kepolosan dan keluguanku ternyata itu adalah suatu kebodohan dalam hidupku.
Sebaik apapun aku dan sekuat apapun aku,tak pernah ku sangka pergaulanku yang buruk akhirnya menjerumuskan aku kedalam kenikmatan dunia yang membawa sengsara.Tak pernah terbayang dibenakku aku akan hamil dan kematianlah yang kutempuh.
Awalnya aku seorang anak yang supel dan berpendirian.Dilahirkan dari keluarga yang yachhhh lumayan harmonis.Papah seorang peserong alias pria buaya darat mungkin  sebutan gaul sekarang.Mamah yang cerewet suka pergi paranormal agar papah tidak selingkuh lagi,dan dua orang kakak yang hobby nya senang-senang.Keluarga demokrasi yang bebas melakukan kesenangannya masing-masing.Aku biasa-biasa saja,aku punya pendirian bahwa aku harus sukses tidak mau ikut kacau seperti keluargaku.
Aku bekerja dengan giat dengan cita-cita ingin membahagiakan keluargaku dengan uang.Ehhhhh,entah darimana datangnya teman-teman gilaku itu.Memang mereka satu kerjaan denganku,tapi bagaimana ceritanya kita bisa akrab karena hanya saat makan siang satu meja saja,kita ngobrol-ngobrol biasa sampai akhirnya mereka langsung mengajakku pergi jalan-jalan setelah pulang kerja,Yachhh aku iyakan saja.
Pulang kerja langsung ikut jalan dech dengan Kiki dan Rara.Eh,diajak makan kesebuah pujasera besar yang lengkap dengan tempat karaokenya.Tenang aja Nanda,semuanya gratis apa yang kamu mau tinggal pesan saja,kata Rara.Waaaaaaah asyiknya nich,sahut ku.Kami bertiga duduk disebuah meja bundar besar,selang beberapa menit,tiga orang laki-laki berumur sekitar 30-40 tahunan datang dan langsung duduk di meja kami.Heyyy om,kiki kangen nich,sambil cium pipi kiri dan kanan.Hhhhaaaaaaaaaaaaaahhh gak salah nich pikirku,ya ampun ternyata aku diajak makan untuk menemanin om-om makan.Yach tapi apa boleh buat sudah terlanjur,ya dinikmati saja mumpung gratis.Kiki mengenalkanku pada om yang bernama om Bobby.Orangnya ramah dan kelihatannya baik.Ya,akhirnya kami makan lalu ngobrol masing-masing.Om Bobby pun meminta no hpku,dan kami bertukaran no hp.
Setelah selesai makan,Rara mengajakku untuk tidur dirumahnya,aku berpikir sejenak dan akhirnya mengiyakan ajakan Rara.Kami pun berpisah dengan om-om itu,aku,Rara dan Kiki akhirnya menginap dirumah Rara.Sesampainya dirumah Rara,kami bercerita-cerita,Rara pun akhirnya curhat kepadaku kalau rumahnya sekarang dan mobil yang dia pakai sekarang adalah pemberian om Bowo.Om Bowo dan om Bobby serta Om Dika mereka bersaudara,tapi saudara jauh.Entah betul atau tidak aku tak peduli yang penting uang,kata Rara dengan nada santai seolah acuh tak acuh.Begitupun dengan Kiki,saat ini kebutuhan keluarga Kiki,Om Dika yang tanggung,karena Kiki adalah tulang punggung keluarga.Rara dan Kiki pun menyarankan agar aku mau dengan Om Bobby,aga apa yang aku butuhkan bisa dipenuhi oleh Om Bobby.Aku pun mulai terbawa suasana.Aku yang ingin membahagiakan keluargaku dengan uang mungkin inilah saatnya.Tiba-tiba Om Bobby menelepon,wuihhhhhh Rara dan Kiki berteriak kegirangan dan berkata,kalau Om Bobby nembak kamu,kamu langsung terima saja ya,jangan melewatkan kesempatan ini,zaman sekarang yang penting uang.Tanapa pikir panjang lagi,setiap perkataan yang Rara dan Kiki ajarkan padaku,langsung kuikuti.Aku pun akhirnya jadian dengan Om Bobby.Entah dia punya istri atau tidak,entah dia punya anak atau tidak,yang penting dia pacarku,dan kebutuhan yang kuperlukan dia penuhi.Melihat kebaikan Om Bobby,tanpa aku sadari aku mulai jatuh cinta kepadanya karena kebaikan dan perhatiannya.Om Bobby pun mulai mengenalkanku pada dunia hiburan malam,obat-obatan,dan minuman.Karena kebaikan dan perhatian Om bobby,setelah aku pulang dari tempat hiburan malam dengan kepala masih pusing dan badan lemas,Om Bobby membawaku menginap disalah satu hotel,dengan rayuan-rayuannya dan dengan janjinya ia akan menikahiku,akupun dengan rela memberikan ke”virgin”nanku kepadanya.Dan itu lama kelamaan menjadi suatu kebiasaan kami melakukan hubungan suami istri.
Terkadang aku merasa jenuh dan minta Om Bobby untuk menikahiku karena janjinya tak pernah ia tepati.Namun Om Bobby hanya memintaku bersabar karena ia belum bisa bercerai dengan istrinya dengan alasan anak.Lama kelamaan aku mulai merasa jenuh,dan akhir-akhir ini Om Bobby mulai menghindariku,dan aku mendengar dari Rara kalau Om Bobby sudah punya pacar baru,karena dia bosan dengan Nanda yang selalu memintanya untuk menikahinya.HHHHuuuuuuuh sedihnya dan hancurnya hatiku.Ternyata dikeluarga dan orang yang aku sayangi pun tidak ada yang perdulikan aku.Aku merasa semakin lemah,dan saat aku merasa bingung,aku datangi rumah sakit untuk cek keadaanku dengan keluhan badanku merasa lemah.Ohhhhhh,apakah ini mimpi buruk disiang bolong,ternyata dokter berkata aku hamil......Itu seperti kilat yang menyambar jantungku.Entah setan apa yang masuk dalam hidupku,seketika itu aku minta dokter untuk menggugurkan kandunganku.Namun dokter menolaknya.Aku pulang dengan keadaan bingung,ketika sampai dirumah pun keluargaku yang lumayan harmonis ini membuatku makin pusing.Papah ribut dengan mamah,semua barang mamah lempar-lemparkan.Kakakku sibuk dengan dunianya masing-masing.Aku ingin mati saja rasanya.
Aku ingin menceritakan ini pada Rara dan Kiki,tapi mereka pasti akan mentertawakanku.Akhirnya aku memberanikan diri untuk ingin menceritakan semuanya pada Om Bobby.Tapi ketika aku sudah berbicara ditelepon dengannya,aku takutttt.Dia pasti akan menolak kehadiran anak ini.Dan saat ditelepon,aku hanya berkata,:Om Bobby,Malam ini ajak Nanda dugem yukk,Nanda pingin ngobat,Nanda janji nanda tidak akan pernah meminta Om Bobby lagi untuk menikahi Nanda.Dan Om Bobby pun hanya berkata,:Iya,ntar jam 9 malam om jemput kamu.Jam 9 malam Om Bobby menjemputku dipersimpangan jalan dekat rumah,tidak mungkin dia datang kerumahku,apa kata orangtuaku nanti kalau tau anaknya pacaran dengan om-om suami orang pula.
Didalam mobil aku ingin menceritakan bahwa aku hamil dan usia kandunganku sudah berjalan 3 minggu.Tapi aku takut om Bobby menolaknya,apalagi sekarang aku tahu bahwa Om Bobby sudah punya pacar baru,dia pasti akan membuangku bagai sampah.Disepanjang jalan Om Bobby banyak bercerita,tapi entah apa yang dia bicarakan,karena pikirannku terpusat pada janin yang ada dalam kandunganku.Om Bobby memegang tanganku,dia berkata:”Nanda,sudah sampai,kok kamu melamun terus dari tadi,mikirin apa sih”?.Tidak ada Om,hanya ingin dugem dan ngobat dengan Om Bobby saja seperti dulu lagi,jawabku singkat.”Ya,sudah ayo turun,kata Om Bobby sambil mencium keningku”,lalu kami turun dari mobil.Ingin menangis rasanya hatiku dan ingin aku berkata ini diperutku ada anakmu,tapi aku tak bisa mengatakan itu.Setelah sampai di diskotek,Om Bobby memberikanku sebutir ekxtaxy,Dengan keadaan bingung,aku ingin berkata bahwa aku hamil,namun tidak bisa.Aku berpikir,mungkin bila aku menelan banyak pil ekxtasy ini,aku akan berani mengatakan pada Om Bobby kalau aku hamil.Saat Om Bobby ketoilet,aku meminta obat kepada setiap temannya,dan aku berkata kalau Om Bobby belum memberiku obat.Akhirnya teman-teman Om Bobby memberiku sebutir demi sebutir pil ekxtasy tersebut,sampai sudah terkumpul 6 obat ditanganku.Aku menelan semuanya dengan minum segelas kecil Jack Daniels.Semua itu kulakukan agar aku berani berkata  dan mengeluarkan semua isi hatiku pada Om  Bobby.Ketika Om Bobby keluar dari toilet dia duduk disampingku,dan menggenggam tanganku.Leherku rasanya tercekik,ingin muntah,jantungku menggebu-gebu tak karuan,kepalaku sakit bukan main seperti mau pecah,seluruh badanku kaku tak bisa aku gerakan sama sekali,bahkan saat aku ingin berkata-kata pun mungkin untuk yang terakhir kalinya,aku tak mampu,semakin sakit kurasakan bahkan akupun tak bisa melihat sekelilingku lagi.Dan tak pernah aku ungkapan kenyataan ini pada siapapun bahkan pada Om Bobby sekalipun sampai saat aku mengakhiri nafas hidupku..................................


Luar Biasa, Dashyat & mantap. NEW LIFE

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar yang membangun. Terimakasih.