Selasa, 21 Juni 2011

Jangan biarkan hidupmu hancur

Kisah Nyata Trifena Anneke Mofu       

    Wah,senangnya jadi anak bungsu,anak ke 3 dari 3 bersaudara,terlahir dari keluarga harmonis.Papah berasal dari Papua New Guinea dan mamah berasal dari Bandung.Saya dibesarkan di kota Bandung tinggal bersama keluarga yang menyenangkan.Karena papah saya orang Papua,jadi rambut saya kriting,dan kulit saya hitam.Teman-teman sekolah dan teman-teman bermain saya selalu mengejek saya dengan sebutan “Embe Galing(domba kribo),brekele,kirting,si ambon atau apapun yang berhubungan dengan rambut saya.Saya suka pulang kerumah dengan sedih mendengar ejekan-ejekan dari teman-teman saya,tetapi ketika saya pulang kerumah saya bahagia lagi karena papah dan mamah serta kedua kakak saya selalu baik kepada saya,mereka selalu ada untuk menghibur hati saya.Papah yang baik,sebelum saya tidur papah selalu menggendong saya dan meninabobokan saya,mamah yang sayang pada saya dan kedua kakak saya yang suka mengajak saya bermain.wah bahagianya.Hmmmmmmm,tapi itu dulu ketika saya masih kecil,masa kecil yang membahagiakan.
        Tetapi ketika saya beranjak remaja,saya mulai masuk bangku SMP,papah mulai diberkati dalam pekerjaannya,papah mulai naik jabatan dalam posisi kerjanya,dan disitulah papah mulai jatuh dalam dosa.Papah mulai punya wanita simpanan dan suka main perempuan.Papah dan mamah jadi sering bertengkar,papah jadi mengabaikan anak-anaknya,mamah jadi sering memarahi anak-anaknya,kedua kakak saya sering berontak,dan mulailah papah bertengkar dengan mamah dan dengan kedua kakak saya,lalu mamah pun sering bertengkar dengan kedua kakak saya.Rumah jadi seperti kapal pecah,ribut terus dan berantakan.Hmmmm,sedihnya hatiku.
        Ketika saya berkata sesuatu,papah sering menanggapinya dengan suara membentak,saya seperti diacuhkan didalam rumah.Papah sibuk dengan pekerjaannya dan hobi barunya yaitu main perempuan.Mamah juga jadi mempunyai hobby baru yaitu,suka pergi ke orang pintar,dukun,paranormal,hanya untuk menceritakan papah agar papah berubah,tidak suka main perempuan lagi.Banyak orang pintar yang mamah datangin agar papah bisa setia lagi kepada mamah,tapiiiiii hasilnya Nol besar.
Uang yang mamah keluarkan untuk membayar orang pintarpun tidak sedikit,bahkan mamah harus rela pergi keluar kota untuk mencari orang pintar yang handal.Tapi sama sekali tidak ada hasilnya.Kedua kakak saya pun mulai mengacuhkan saya,mereka sibuk dengan dunianya masing-masing,mencari jati dirinya sendiri-sendiri.Lalu saya dengan siapa???Tidak ada keluarga yang membimbing masa remaja saya.
        Akhirnya bila keluarga saya bertengkar,saya lebih baik masuk kamar,tidur diatas kasur sambil mengkhayal sesuatu yang indah yang bisa membahagiakan saya dengan imajinasi-imajinasi saya.Saya menjadi anak yang tertutup,dan tidak banyak bicara,karena kalau saya bicara saya takut perkataan saya tidak dianggap bahkan ditolak.Jadi menurut saya,diam lebih baik bagi saya.
        Ketika saya masuk sekolah SMA pun,saya tidak pandai berteman.saya hanya berteman dengan orang-orang yang mau berteman dengan saya.Diluar sekolah pun saya seperti itu.Saya tidak pernah mencari teman,bila ada orang yang datang kepada saya untuk menjadi teman saya,baru saya mau berteman dengan dia.Bukannya saya tidak bisa bergaul atau mencari teman,tetapi saya takut tertolak,saya takut bila saya mencari teman,mereka menolak untuk menjadi teman saya.Jadi biarlah orang yang mengajak saya berteman daripada saya yang mengajak mereka berteman.
        Ketika saya lulus SMU,saya bercita-cita menjadi seorang pendeta,tetapi tidak ada seorangpun didalam keluarga saya yang memberikan saya pengarahan dan bimbingan,mereka berkata terserah saya mau ngambil jurusan apapun.Saya bingung,saya harus daftar kamana,apa saja yang diperlukan,saya bingung karena tidak ada yang membimbing saya.Saya berfikir untuk tanya guru atau teman-teman saya,tapi saya takut,keluarga saya saja yang hidup dengan saya,ketika saya bertanya mereka tidak memberikan kepastian,apalagi teman saya atau orang lain,mereka pasti akan lebih mementingkan keperluannya sendiri dan bila saya bertanya pun pasti mereka akan acuh tak acuh.Hmmm semua orang didunia ini membuat saya bingung.Kenapa sich tidak ada yang peduli dengan saya.Ternyata semua orang didunia ini lebih sayang pada dirinya sendiri,dimanapun mereka berada,jadi saya pun harus sayang kepada diri saya sendiri,karena kalau bukan saya yang menolong diri saya sendiri siapa lagi yang kan menolong saya.Saya harus berpijak diatas kaki saya sendiri.
        Lalu saya mendapatkan brosur untuk kuliah diperhotelan,dan disitu ada alamatnya,lalu saya saya bilang sama papah kalau saya ingin kuliah disitu,papah pun mengijinkan.6 bulan pertama kuliah disitu adalah teory,kemudian 6 bulan kemudian praktek.Nah prakteknya ditempatkan di hotel-hotel yang ada hubungan kerja dengan kampus dimana saya kuliah.Saya diberi kesempatan untuk praktek kerja lapangan di Malaysia,dengan syarat harus membuat pasport dan membayar uang visa masing-masing.Pihak kampus hanya mengantarkan sampai bandara dan ketika sudah sampai malaysia,pihak hotel yang menjemput kedatangan para mahasiswa dan mahasiswinya.Wah senang sekali saya bisa praktek kerja lapangan keluar negri.Saya pulang kerumah dengan hati bahagia,dan langsung menyampaikan kabar gembira ini kepada kedua orang tua saya.Tapi,setelah saya berbicara dengan orang tua saya,bahagia menjadi kekecewaan,ternyata papah tidak menyanggupi untuk membuatkan saya pasport dan membayar visa.Sedih dalam hati,papah hanya berkata buat apa keluar negri,minta yang dalam negri saja.Didalam negri pun biaya akomodasinya bayar sendiri,tapi tidak semahal keluar negri.Huuuhh papah yang menyebalkan.Keesokan harinya,saya lapor ke dosen saya,kalau ayah saya tidak mengijinkan saya untuk praktek kerja lapangan di Malaysia,jadi saya minta agar ditempatkan didalam negri saja.Dosen saya pun menganjurkan agar saya praktek kerja lapangan disalah satu hotel resort Batam.Saya pun meng-iya kan.Saya merasa jengkel kepada papah,knapa sih papah yang kerja sebagai pegawai negri yang gajinya pun lumayan,tidak sanggup membiayai praktek kerja lapangan saya,sedangkan teman saya yang orang tuanya hanya bekerja sebagai penjual mie ayam saja mampu membiayai anaknya untuk praktek kerja lapangan ke Malaysia.Papah tidak adil,pasti uangnya terbagi dengan wanita simpanannya itu.Saya sedih,tapi apa boleh buat saya hanya bisa pasrah karena yang memegang kendali keuangan dirumah kan papah.
        Bulan Januari 2005 saya berangkat ke Batam untuk melakukan praktek kerja lapangan.Awalnya saya merasakan ragu juga harus berpisah dengan keluarga untuk pertama kalinya.Tapi setelah tiba diBatam,orangnya ramah-ramah,dan staff-staff hotelnya mau berteman dengan saya,dan saya mempunyai banyak teman.Jadi saya merasa lebih enak tinggal di Batam daripada dirumah,disini saya merasakan ketenangan hati dan damai,jauh dari keributan keluarga yang sering bertengkar.Setelah saya beberapa bulan menjadi anak training disana,ada beberapa karyawan yang mengajak saya untuk ikut pergi ke diskotek.Untuk menghilanghkan rasa penasaran akhirnya saya pun ikut kediskotek.Oh,ternyata diskotek seperti ini,apa sih enaknya yang ada kuping jadi budeg,jantung berdebar-debar,saya hanya melihat orang-orang yang menari-nari tidak karuan.Tapi entah kenapa,setiap ada karyawan-karyawan yang mengajak saya pergi ke diskotek,saya pun selalu mau ikut.Sampai selama masa saya training di hotel tersebut sampai bulan Juli 2005,saya sudah 4 kali pergi ke diskotek.
        Bulan Juli 2005,berakhir masa praktek kerja lapangan saya,dan saya pun pulang ke Bandung.Baru dua hari saya dirumah,belum sempat juga saya buat laporan ke kampus,teman saya menelepon saya dan menawarkan untuk kerja di salah satu hotel berbintang lima yang ada di Bandung.Wah saya pun langsung besar kepala,saya pikir baru kuliah D1 saja saya sudah bisa bekerja di hotel berbintang,jadi buat apa lagi meneruskan kuliah lebih baik kan kerja cari uang.Lalu saya cepat-cepat selesaikan laporan saya,dan saya melamar ke hotel berbintang tadi.Wah enaknya,baru lamar kerja,besoknya langsung disuruh kerja.Orang tua saya pun senang karena saya cepat mendapatkan pekerjaan,jadi mereka tidak perlu pusing-pusing lagi untuk membayar uang kuliah saya,karena saya tidak melanjutkan kuliah saya.
        Hari pertama kerja,deg-deg-gan,tapi saya yakin saya pasti bisa,karena kalau bukan diri saya yang menyemangati saya sendiri,siapa lagi yang mau memberi semangat.Tapi saya merasakan kerja dihotel ini,tidak seenak waktu saya kerja dihotel yangt ada di Batam.Orang-orangnya pun tak seramah karyawan-karyawan yang ada di Batam.Maka setelah 4 bulan saya bekerja di hotel itu,setelah mendapatkan gaji,saya langsung mengundurkan diri.
        Didalam masa-masa saya menganggur,saya selalu terpikir akan enaknya hidup di Batam.Banyak orang yang mau berteman dengan saya,dan yang terlebih penting tidak akan mendengarkan pertengkaran demi pertengkaran yang terjadi dalam kehidupan keluarga saya.Saya selalu membeli koran untuk membaca iklan lowongan pekerjaan.Kurang lebih satu bulan saya menganggur,dan akhirnya saya bahagia sekali karena saya mendapatkan sebuah lowongan kerja untuk bekerja sebagai operator di salah satu PT yang ada di Batam.Saya pun langsung melamar,Dan saya mengikuti berbagai macam tes,dan saya lulus.Orang tua saya pun mengijinkan karena semua biaya akomodasi dan tempat tinggal ditanggung perusahaan.Saya pun dikontrak kerja selama 2 tahun.Dari Bandung ada sekitar 30 orang yang berangkat bersama-sama saya ke Batam untuk menjadi operator  di PT.Dan 5 diantaranya menjadi kawan kompak saya.Dan kami menjadi 6 sekawan.
        Awal mulanya,kami hanya coba-coba main kediskotek,hanya duduk-duduk sambil sesekali berjoged mengikuti alunan musik.Menyenangkan juga,kumpul dengan teman-teman sambil berjoged canda tawa,menghilangkan rasa jenuh karena kerja di PT yang melelahkan.Tiap malam minggu kami pergi kesana untuk bersenang-senang,lalu mulai untuk mencoba minum-minuman beralkohol,merokok,sampai akhirnya kami tergoda untuk mencoba obat-obatan terlarang.Di diskotek juga kami mulai menemukan banyak teman baru.Teman baru kami adalah pria-pria yang menyukai hiburan juga dan yang “ber-uang”.Yach karena kami pikir daripada uang kami habis untuk bayar masuk,beli minuman atau beli obat,akhirnya kami mendapatkan sebuah ide yaitu berkenalan dengan pria-pria yang “ber-uang”agar saat kami masuk diskotek,semuanya free .Seandainya kami masuk diskotek pakai uang kami sendiri,bisa bangkrut kami,gaji di PT paling banter kalau banyak overtime biasanya berkisar 2 juta rupiah.Seandainya kami masuk diskotek bayar uang masuk Rp 50.000,beli obat 150.000,beli air putih dalam botol saja Rp 25.000/botol.Belum ongkos taxi pulang-pergi,yach anggap saja semuanya sekali dugem berkisar Rp 250.000.Dalam sebulan misalkan 4x malam minggu,berarti menghabiskan sekitar 1 jutaan.Dipikir-pikir rugi sekali.Akhirnya kami mendapatkan ide untuk mencari kenalan sebanyak-banyaknya agar setiap malam minggu atau setiap kami ingin pergi ke diskotek semuanya free.Akhirnya ketika kenalan kami sudah banyak,kami pun mulai mencoba ketempat hiburan lain seperti pubs,tempat karaoke,pujasera dan yang berhubungan dengan dunia hiburan malam,dan semuanya itu gratis.Saya sudah banyak tidur dengan lelaki yang saya jumpai di tempat hiburan malam,tapi karena saya masih “virgin”,saya tidak melakukan hubungan yang aneh-aneh,saya tetap menjaga ke “virgin”an saya.Terkadang para pria suka memaksa saya untuk melakukan hubungan suami istri,tapi saya tetap menolak sampai mereka marah,lalu mereka pulang meninggalkan saya sendiri di kamar hotel.Biarkan saja mereka pulang,yang penting saya bisa istirahat dihotel dan saya sudah punya ongkos taxi’nya .
        Saya merasakan sangat bahagia sekali hidup diBatam ini,bebas,tidak pernah mendengar pertengkaran orang tua yang membuat saya sedih,banyak orang yang mau bergaul dengan saya,dan sepertinya saya menemukan dunia saya.Sampai suatu saat,teman kompak saya memperkenalkan saya pada seorang pria Chinnese bernama Fery.Setelah kami berkenalan,dia mulai sering menghubungi saya,dan mulai mengajak saya keluar berdua,seperti : nonton,makan,jalan-jalan di mall,jalan-jalan kepantai,bahkan ketempat hiburan malam pun kami suka pergi berdua.Saya pikir baik sekali hatinya Fery,tidak seperti pria-pria lain yang saya jumpai di tempat hiburan malam yang pikirannya hanya nafsu birahinya saja,kalau Fery berbeda,dia menjaga saya,padahal awalnya saya dekat dengan dia hanya untuk memanfaatkannya,tapi seiring berjalannya waktu,saya jadi sayang sama Fery.Setelah beberapa bulan kami berpacaran,Fery memperkenalkan saya pada keluarganya,namun mereka hanya memandang saya sebelah mata.Kami terus berusaha agar keluarga Fery mau menerima saya,tapi berat rasanya karena kami berbeda budaya,agama,bahkan bahasa sehari-hari yang mereka gunakan pun,saya tidak mengerti.
        Sampai pada suatu saat,ketika saya dan Fery pulang dari diskotek,kami mengalami kecelakaan.Karena obat yang kami telan masih bereaksi,Fery yang mengendarai sepeda motor menabrak tebing di kawasan Muka Kuning.Puji Tuhan,saya hanya mengalami lecet-lecet dibagian kaki saja,tapi bagaimana dengan Fery?.Fery dibawa kerumah sakit,dan dokter menyatakan bahwa Fery harus dioperasi karena salah satu bagian dalam perutnya ada yang robek dan harus segera diangkat.Saya menunggu Fery sampai selesai dioperasi,saya pula yang membeli tambahan darah dari PMI,dan setiap hari saya yang menjaga Fery dirumah sakit sampai saatnya dia pulang kerumah.Pada hari terakhir dirumah sakit,ibunya Fery datang dari Singapore,tapi ibunya tidak menganggap saya ada sama sekali.Saya dianggapnya sebagai hantu yang tidak kelihatan.Dari situlah keluarga Fery mulai bisa menerima kehadiran saya,tapi tidak dengan ibunya.Ibunya tetap menentang cinta kami.Hingga kamipun selalu mencari berbagai cara agar ibunya bisa menerima kehadiran saya.Akhirnya Fery berkata jalan satu-satunya adalah dengan punya anak terlebih dahulu,kalau kita punya anak mau tidak mau pasti ibunya akan bisa menerima kehadiran saya walaupun terpaksa dan mungkin lambat laun setelah dia melihat cucunya,pasti diapun akan senang dan bisa menerima cinta kita.Mendengar ucapan Fery itu baik juga menurut saya,akhirnya saya pun menyerahkan kegadisan saya dengan tujuan agar saya hamil dan mempunyai anak.Tapi ternyata apa yang kita rencanakan tidak sesuai dengan kehendak kita.Ibunya Fery marah besar,sebulan kemudian akhirnya Fery membelikan saya tiket pesawat agar saya pulang keBandung dan meninggalkan kota Batam.Bukan main sakit hatinya saya,sedih,menangis,marah,semuanya campur aduk,tadinya saya ingin memberikan kegadisan saya hanya buat suami,tapi saya berikan kepada Fery,karena Fery berjanji akan menikahi saya.Ternyata semua pria yang saya kenal tidak ada yang baik,semua pria yang saya temui pun tidak ada yang baik,termasuk Fery yang telah menjalin hubungan dengan saya selama 2tahun.Setelah ia mendapatkan apa yang ia inginkan lalu ia meninggalkan saya begitu saja,hanya dalam waktu sebulan setelah ia mendapatkan apa yang ia inginkan lalu ia membuang saya.Saya kecewa,kenapa semua pria awalnya baik,tapi setelah ia mendapatkan keinginannya ia mencampakkan begitu saja.Contohnya papah saat ini tidak setia lagi kepada mamah,pria-pria yang saya temukan di dunia hiburan malam pun sebetulnya mereka sudah punya pasangan,tapi masih mencari kesenangan dirinya sendiri,teman-teman kerja saya pun sering sakit hati karena pria.Saya berpikir ternyata para pria  hanya mempermainkan wanita saja,maka saya pun bisa melakukan apa yang mereka lakukan yaitu tidak usah main hati.
        Saya pun pulang ke Bandung dengan hati sedih,saya takut kalau seandainya orang tua saya tahu bahwa saya sudah tidak perawan lagi,mereka akan marah besar.Dengan penuh rasa takut,saya memberikan sikap seperti tidak terjadi apa-apa sewaktu dirumah.Tiba-tiba mamah mamah meminta saya untuk menemaninya menemui orang pintar.Ya,daripada dirumah,saya ikut saja ajakan mamah tersebut.Tetapi ketika sampai di orang pintar,mamah bertanya apakah saya mau dipakaikan susuk berlian.Saya pun tanpa pikir panjang langsung mengiyakan.Lalu orang pintar itu memakaikan susuk berlian itu di dahi dan dagu saya.Saya pun tidak tau apa artinya susuk itu di hidup saya,mamah bilang biar banyak orang sayang dengan kita.Sang paranormal hanya berpesan agar saya tidak memakan pisang raja dan tidak boleh makan sate.Hanya dua itu saja pantangan nya,menurut saya itu tidak sulit,karena saya tidak tau bentuk pisang raja dan saya tidak terlalu suka makan sate.Tapi pikiran saya setelah memakai susuk pun tidak tenang,hati saya gelisah,akhirnya saya putuskan untuk mengambil lowongan pekerjaan yang dimuat dikoran.Lowongan itu untuk waitress di sebuah cafe yang ada di Bali.
        Aduh,entah kena sial apa,saya pikir cafe itu tempat makan dan minum seperti restoran kecil,tapi ternyata setelah sampai saya terkejut,karena diBalinya itu di kota kecilnya bukan di kota besar yang berada di pusat Bali.Cafe’nya seperti warung remang,dan yang dijual hanya minuman keras,dan tugas seorang waitrees adalah menemani tamu sambil menuangkan minuman lalu menemani tamu nyanyi-nyanyi,dan tamu pun akan lebih suka bila waitreesnya ikut minum bersama-sama dengan tamu.Kerja dari jam 8 malam sampai jam 2 pagi,tiap hari kerja,tidak ada liburnya sama sekali.Kok bisa saya masuk kewarung remang-remang,lebih baik saya di Batam,tempat hiburan yang saya masuki lebih baik daripada ini.Ya,tapi apa boleh buat,saya sudah datang ketempat itu dan hanya minum itu bukan masalah buat saya,karena saya sudah biasa minum-minuman beralkohol waktu di Batam.
        Hari-Hari di Bali saya lalui,Gaji tak seberapa tapi uang tips”nya banyak.Akan tetapi saya tetap tidak merasa nyaman,pikiran saya selalu ingin pergi keBatam.Saya lebih merasa tenang berada di Batam walaupun sebatang kara,tapi hati saya tetap cinta Batam,padahal tidak ada tujuan yang pasti kenapa saya harus keBatam lagi.Setelah 6 bulan kerja di cafe yang ada diBali,saya pun semakin mantap untuk harus pergi ke Batam.Saya mengajak teman sekamar saya dalam pekerjaan untuk kabur dari tempat kerja itu.Biasa kami pulang dari tempat kerja jam 2 pagi,sampai di mess sekitar setengah 3 pagi.Setelah saya rasa semua orang sudah tidur,saya dan teman sekamar saya membereskan baju dan langsung kabur.Kami naik kendaraan umum sampai ke terminal dan langsung membeli tiket bus jurusan Bandung.
        Wah,kangen nih dengan keluarga,tapi hanya beberapa hari dirumah,rasa kangennya berganti menjadi rasa jengkel dan kecewa,karena bertahun-tahun lamanya keluarga ku ini seperti kapal pecar,tidak pernah ada perubahan dan tidak pernah ada renovasi dalam keluarga ini.Hati saya semakin yakin bahwa saya harus pergi ke Batam,saya menelepon salah satu teman dekatku diBatam,selang beberapa hari kemudian,sayapun terbang lagi menuju Batam.
        Tiba di Batam dengan hati gembira,dan saya tinggal dikosan bersama teman dekat saya.Kami cerita-cerita melepas rindu,dan keadaan teman saya sekarang jauh lebih baik daripada dulu.Dia berkata bahwa dia bisa seperti sekarang ini karena dia punya seorang pacar yang merupakan suami orang.Pacarnya tersebut membiayai hidupnya,jadi uang gajinya bisa buat dia kirimkan ke kampung.Dia berkata:Daripada pacaran dengan anak muda atau yang seusia dipermainkan terus,lebih baik pacaran saja dengan suami orang,walaupun main-main,tapi kita punya uang.Dan menurut saya kata-katanya benar juga.Saat teman saya mengajak saya dugem,mulailah dia mengajak untuk berkenalan dengan apek-apek(sebutan om-om untuk cina batam) saja yang jelas uangnya daripada bronchess(sebutan untuk anak muda cina batam) gak ada uangnya.Wah dari situlah saya mulai senang dugem dengan apek-apek,karena setelah saya menemani apek-apek itu dugem,saya dikasih uang tips untuk jajan sih katanya.Saya terima saja uang pemberian apek-apek itu,kan rejeki tidak boleh ditolak katanya,heeeheehe.Saya pun mulai menyukai dunia saya yang sekarang,hanya menemani on dapat uang.Pagi saya kerja dikantor tapi malamnya saya pergi mencari hiburan untuk mendapatkan uang.Kerja sebulan baru dapat gaji,sedangkan kalo dugem,pergi berapa kali saja sudah bisa dapat lebih dari gaji.
        Ada teman saya anak kuliahan yang membutuhkan banyak uang,maka ia suka dugem menemani apek-apek dari luar kota.Saya pun tertarik dan mengikuti ajakannya.Teman saya tersebut menjemput ke tempat kost saya,lalu kami pergi ke diskotek.Saya disana disuruh menemani salah satu apek-apek,ya sudah saya duduk saja lalu dia memberi saya obat,lalu dengan iringan musik yang keras,saya mulai fly ( berimajinasi ).Ketika pengaruh obatnya sudah drop,apek-apek tersebut mengajak saya untuk ke hotel,tapi saya menolak.Saya mencari teman saya yang mengajak saya dugem tersebut,tetapi kata teman-teman yang ada di vip tersebut mengatakan bahwa teman saya itu sudah pulang dibawa oleh pasangannya,saya pun bingung saya harus pulang kmana,karena kost-an saya itu jam 12 malam gerbangnya di kunci dan jam 6 pagi gerbangnya baru dibuka.Masih jam 4 pagi saya mau pulang kmana?Ya mau tidak mau akhirnya saya meng-iyakan ajakan apek-apek tersebut untuk membawa saya kehotel.Karena saya sudah tidak virgin lagi,di hotel pun kami melakukan hubungan suami istri.Setelah selesai kami tertidur dan ketika sudah pagi,saya pun minta diantar pulang ke tempat kost saya.Huuh teman saya menyebalkan kok dia pergi bareng ke diskotek tapi pulangnya duluan tanpa pamit ke saya.Tapi bodohnya saya,ketika teman saya itu mengajak saya pergi lagi dugem,saya pun ikut lagi,dan seperti yang terjadi kemarin teman saya itu setelah dugem pulang duluan,dan akhirnya sambil menunggu jam pintu gerbang dibuka,saya pun ikut dengan apek-apek yang baru saya kenal di tempat dugem itu,bahkan namanya pun saya tidak tahu karena lupa.Hal ini terjadi selama 3x.Setelah itu teman saya tidak pernah mengajak saya untuk dugem lagi.Saya pun tidak dugem lagi karena perintah dari kantor bahwa saya harus jaga pameran jadi pulangnya sampai malam.
        Ditempat kost,saya mempunyai 2 sahabat sebut saja mereka itu namanya V dan L dan mereka itu punya pacar tapi suami orang.Tiba-tiba samping kamar kost kami ada cewek perutnya membesar,biasanya dia jarang keluar,jadi saat dia berpapasan dengan kami,kami aneh karena perutnya besar.Saat kami bertanya,ia menjawab bahwa ia sedang hamil tapi akan segera nikah dengan pasangannya.Entah knapa setelah kami bertanya pada cewek sebelah kamar kost kami itu,v berkata bahwa dia pun sebetulnya sudah hamil menginjak 2 bulan,dia pun bingung karena dia takut kalau dia bilang pada pasangannya bahwa dia hamil,pasangannya akan meninggalkan dia.Beberapa hari kemudian saya kok belum datang bulan juga,akhirnya teman saya menganjurkan saya untuk membeli test pack dan setelah di test hasilnya positif.Ya ampun tidak mungkin,gimana saya bisa hamil,pacarpun saya gak punya,kalau saya mau minta pertanggungjawaban ,harus pada siapa,apek-apek yang pernah melakukan hubungan dengan saya pun tidak saya kenal mana mau mereka bertanggung jawab,saya pun bingung harus mencari mereka di dosktik,belum tentu mereka ada.Ketika saya menceritakan kisah saya ini pada V dan L,mereka tertawa bahagia,karena V ada temen hamilnya,jadi nanti bisa beli obat untuk menggugurkan kandungannya bersama-sama.Saya juga tidak terlalu khawatir karena saya hamil tidak sendirian,karena V sudah berpengalaman.Ini akan menjadi ke 3x nya V menggugurkan kandungannya.Saya dan V pun akhirnya membeli obat untuk menggugurkan kandungan yang sudah biasa dipakai V.Kami pun minum bersamaan.Namun pukul 3 pagi,V mengalami pendarahan,dia langsung pergi ke toilet.Saya merasa senang karena saya pikir sebentar lagi saya pun akan mengalami hal yang sama dengan V.Jam 4,jam 5,jam 6,saya tidak merasakan reaksi apa-apa.V pun belum keluar dari kamar mandi.Saya dan L menjadi khawatir,lalu L kekamar mandi,ia bilang tidak apa-apa.Jam 9 pagi,V baru keluar dari kamar mandi,dengan badan lemas vi membawa bungkusan kecil dengan kantong plastik hitam.L melihat bahwa yang didalam plastik hitam itu adalah janin bayinya.Saya ngeri dan saya tidak mau melihat janin itu.V menangis,saya jadi bingung,kok kandungan saya belum bereaksi juga.Pada malam harinya saya,V dan L beserta bangkai janin itu kami bawa kesuatu tempat yang gelap untuk kami kuburkan.Ketika kami tiba di tempat yang gelap,V langsung menguburkan janin anaknya itu sambil menangis dan sambil mendoakan kuburan anaknya itu.Lalu kami pun pulang,ditengah perjalanan,saya mengajak V dan L untuk ketukang obat itu lagi untuk membeli obat yang lebih banyak agar kandungan saya bisa gugur.Tapi sudah 8 butir obat yang saya minum pun tidak ada reaksinya apa-apa.Saya jadi sedih sekali.Saya coba tanya sana-sini siapa tau ada orang yang tau tukang urut kandungan,jadi biar kandungan saya diurut saja biar gugur.Saya pergi ksana tapi tidak berhasil juga,malahan perut saya sakit sekali,tapi saya merasakan bahwa anak dalam perut saya itu masih hidup.Eh sebulan kemudian,L bilang kalo dia belum datang bulan lalu dia membeli test pack dan hasilnya pun positif.Aduh senangnya hatiku karena Saya ada teman untuk menggugurkan kandungan bersama lagi,jadi saya tidak pusing sendiri mencari cara untuk menggugurkan kandungan saya ini.Akhirnya L mengajak saya untuk pergi ke dokter kandungan,biar janin dalam perut saya ini disedot.Biayanya hanya berkisar 2 juta saja katanya.Aduh L sih enak ada pacarnya,dia tinggal minta saja sama pacarnya,pacarnya pun memberikan dia uang.Sedangkan saya uang dari mana,uang gaji saya sebulan saja tidak sampai 2 juta.Ya akhirnya saya malam harinya dugem lagi nemanin apek-apek untuk mencari tambahan uang untuk menggugurkan kandungan saya.Di diskotek saya menelan obat banyak-banyak dengan harapan agar kandungan saya gugur di dalam diskotek pun tidak apa-apa.Namun setelah pulang dugem,saya merasakan didalam perut saya ada detak jantung berdetak keras.Aduh saya menangis sambil saya pukuli perut saya kok janin ini tidak mati juga.
        Saya dugem lagi sampai saya mendapatkan uang untuk menggugurkan janin ini.Akhirnya setelah terkumpul 2 juta,Saya dan L pergi ke seorang dokter kandungan.Teman saya L masuk duluan,laku setelah itu nama saya dipanggil.Tapi dalam ruangan itu L tidak ada,padahal dia belum nampak keluar dari ruangan dokter.Tapi saya tidak terlalu peduli
        “Hari minggu saya pergi ke gereja,digereja saya menangis dan menyalahkan Tuhan.Tuhan kenapa sih,saya yang baru saja mengenal free sex,hamil dan tidak bisa digugurkan.Padahal tiap hari saya berdoa,tiap minggu saya kegereja,dan tiap hari saya baca firmanMu,tapi kenapa Engkau hukum aku.Lihat teman-temanku,mereka tidak pernah menjalankan agamanya,mereka sudah melakukan free sex dari jaman mereka sekolah dulu,tapi kenapa mereka dengan mudah menggugurkan kandungannya.Ini tidak adil buat saya.Kenapa mereka bisa hidup enak,sedangkan Engkau menghukum aku.”
        Saya pun tidak menyerah disitu saja,saya selalu mencari cara agar saya masih bisa menggugurkan kandungan saya ini.Teman saya ada yang memberi solusi bahwa ia mempunyai kenalan orang rumah sakit yang bisa membantu saya mendapatkan obat yang bisa menggugurkan kandungan.saya pun bertemu dengan orang itu,orang itu memberi saya 6 butir obat dan saya ,membayar Rp 800.000,.Tapi itupun tak ada hasilnya sama sekali.Saya pun akhirnya bertemu dengan dukun tapi dia memasang tarif 3000000,tapi setelah kami nego,akhirnya kita sepakat dengan harga Rp 2.000.000,dengan perjanjian bila tidak berhasil uang kembali.Dengan berbagai cara dukun itu memberi saya ramuan,tapi tidak berhasil juga,dan akhirnya dukun itupun kabur.Uang saya lenyap,mencarinya susah,hilangnya pun mudah.Ya Tuhan kenapa saya harus seperti ini,uang sudah habis,saya pun keluar dari tempat kerja karena perut saya akan semakin membesar.Saya hidup sebatang kara di Batam ini.Apa yang akan saya lakukan.Teman-teman saya pun tidak bisa membantu saya lebih karena merekapun punya kehidupan masing-masing.Untuk bayar kost dan untuk makan ,terpaksa dengan perut hamil pun saya pergi menemani apek-apek dugem,memakai pakaian yang sedikit longgar-longgar,tapi saya komit untuk tidak melakukan sex bebas lagi,jadi hanya menemani on saja.
        Saya makin stress dan makin bingung,dengan perut yang makin lama makin membesar,apa yang harus saya lakukan.Saya sering menangis sambil memukuli perut saya,sambil berkata ”Tuhan,ambilah dulu nyawa anakku ini,Saya belum siap,nanti kalau saya sudah menikah,Engkau berikan lagi anak ini dalam perutku.Engkau bisa menciptakan maka Engkau pun bisa dengan mudah mengambilnya kembali,saya belum siap Tuhan.”
        V dan L tiap hari bekerja,tapi apa yang harus saya lakukan saya hanya tidur saja di kost-an merenungi nasib.Mau kerja ya kerja apa.Mana ada orang yang mau menerima pelamar kerja yang sedang hamil tidak bersuami pula.Ini semua akibat anak dalam perutku ini,bagaimana bila orang-orang tau,bagaimana bila keluarga saya di Bandung tahu,malunya minta ampun.Tiap hari saya berpikir apa yang harus saya lakukan,sampai berapa lama lagi saya bisa menutupi kandungan saya ini,sampai berapa lama lagi saya bisa membiayai hidup saya ini dengan dugem menemani apek-apek.Achhhhhhh,pusing knapa sich hidup ini seperti ini,Tuhan gak adil,teman-teman ku masih bisa tertawa dan bekerja serta bersenang-senang,sedangkan saya harus berapa lama lagi hidup seperti ini.Siapa yang bisa menolong hidupku,saya pun sudah tidak kuat berpijak diatas kaki saya sendiri.Ingin pulang kerumah orang tua,tapi pasti hanya akan memberi aib dengan orang tua,apa kata tetangga nanti.Saya pun dugem lagi dugem lagi,dengan harapan anak dalam perut saya ini mati.Pulang ke tempat kost pun tidak bisa tidur.
        Hingga pada suatu malam pada bulan Juni 2010 V dan L sudah tertidur,saya hanya bengong sendirian meratapi nasib,sambil menekan-nekan remote tv,tidak ada siaran yang bagus.Tiba-tiba saya melihat disalah satu tv Batam,sang MC acara tersebut berkata:”apapun permasalahan anda saat ini sms saja di nomer sekian-sekian,karena kami ada untuk anda”.Tanpa pikir panjang lagi,saya akhirnya meng-sms ke nomer yang tertera dilayar televisi dan menceritakan kondisi saya.Eh,sang MC pun membacakan sms saya,dan narasumber pun menjawab sms saya dan dia mengajak saya sebagai orang yang meng-sms untuk mengikuti jumpa darat pada hari jum’at jam 7 malam.Achh,tapi malas sekali bertemu dengan orang yang tidak saya kenal,saya yakin pasti masih ada cara untuk menggugurkan kandungan saya ini.Semakin sering saya “on”pasti kandungan saya ini akan melemah dan saya yakin bayi dalam perut saya ini pasti mati.
        Saya meng-acuhkan acara tersebut,karena saya yakin pasti bayi ini bisa mati.Tapi hari demi hari saya lalui dengan kehampaan,mungkin saya tertawa didepan orang tapi hati saya sedih,sampai kapan saya bisa menutupi kebohongan saya ini..
Sampai pada suatu malam pada bulan Juli,usia kandungan saya jalan 5 bulan,seperti biasa saya tidak bisa tidur,eh saya menemukan acara yang sama seperti yang saya tonton waktu dulu.Entah apa nama acara tersebut,tanpa pikir panjang,saya pun langsung sms acara tersebut,menceritakan kisah masalah hidup saya.Dan dari sekian sms yang masuk,sms saya dibacakan.Dan narasumber pun menjawab sms saya,dan dia mengajak semua pemirsa untuk jumpa darat pada hari jum’at jam 7 malam.Saya berpikir datang tidak ya,datang nanti malu karena tidak kenal,tapi kalo tidak datang bagaimana hidup saya,yach siapa tau ada jalan keluar buat permasalahan saya.
        Saya sms minta alamat jumpa darat tersebut.Dan narasumber pun membalas sms saya.Yach walaupun hati rancu untuk pergi atau tidak,akhirnya saya memutuskan saja untuk datang jumpa darat.Ketika sampai di alamat yang dituju,di depan ruko-nya ada plang bertuliskan “New Life”.Oh rupanya siaran disalah satu tv Batam itu rupanya acara “New Life”.Saya berpikir “New Life “itu kan hidup baru,lalu hidup saya bagaimana?Achhh,dari pada pusing,walaupun dengan rasa malu,saya masuk kedalam ruko itu,dan banyak orang.Setelah acara selesai,sebelum pulang ada seorang wanita mendekati saya lalu berbincang-bincang dengan saya,entah kenapa mulut saya ini langsung bercerita tentang apa yang saya alami.Saya sedih dan ingin menangis,tapi saya tahan karena malu orang-orang disitu kan tidak saya kenal.Pulang ke kost-an,saya diantar oleh seorang ibu.
        Keesokan harinya,pendiri “New Life”,mengajak saya bertemu untuk membahas masalah yang sedang saya alami.Saya ceritakan semua yang saya alami.Tapi kok pendiri “New Life” ini bisa tahu kalau saya pakai susuk,padahal kan tidak pernah ada orang yang tahu kalau saya pakai susuk.Yach,saya ceritakan saja semua yang terjadi dihidup saya.Saya stress dan pusing karena apa yang harus saya lakukan untuk melanjutkan hidup saya dengan keadaan seperti ini.Pendiri “New Life” memberi saya jalan keluar,bila saya mau meninggalkan kehidupan dan dunia lama saya,maka “New life” akan membantu memberikan tempat tinggal dan makan serta hidup sederhana.Saya boleh tinggal diruko “New Life” asalkan saya mau dibentuk dan dibina untuk menjadi manusia baru dan meninggalkan dunia saya dimasa lalu.Saya pun harus menghindari teman-teman saya lagi dan lebih baik bila mempunyai teman baru yang hidupnya dekat dengan Tuhan.Jawaban saya:yach saya pikir-pikir dulu dech pak,jawabannya di hari senin saja ya.
        Saya berunding dengan V dan L,saya bilang saya akan tinggal di ruko “New Life”dan hidup disana.”New Life”akan menolong hidup saya,karena kalu saya di kost-an terus,saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan.L melarang saya,dia berkata:”jangan sekarang lah kamu pergi,mereka kan mau menolong kamu,nanti saja kalau kamu sudah mau melahirkan baru kamu pergi ksana”.Tapi saya menjawab:”saya ksana sajalah,kalau disini saya stress,kalian kan kerja,sedangkan saya untuk makan dan bayar kost,punya uang darimana,perut saya tidak bisa ditutupi terus,saya malu kalau sampai orang-orang tahu.
        Akhirnya hari senin,saya memberikan jawaban bahwa saya mau dibina dan dibentuk di “New Life” dan mau tinggal di “New Life”.Hari selasa saya dijemput ditempat kost oleh pendiri “New life”,eh ternyata MC acara yang saya lihat di tv pun datang menjemput saya.Aduhh,malunya saya,saya hanya diam karena seperti tidak bisa berkata apa-apa.Lalu setelah sampai di ruko,mereka membawa saya masuk keruko dan mereka langsung pulang.Hmmmmm,Ruko 3 lantai,sebesar ini,saya hanya tinggal sendirian.Mana saya masih berada dilantai 1 lagi,padahal ruang tidurnya ada di lantai 3.Mau naik kelantai 2 dan kelantai 3 lampunya belum dinyalakan,yang nyala hanya lantai 1 saja.Dilantai satu hanya ada ruangan yang sudah disekat-sekat dan masih beralaskan tikar.Aduh mana bisa tidur.Bukan tidak bisa tidur karena beralaskan tikar,tapi tidak bisa tidur karena saya berimajinasi tentang hantu-hantu.Karena waktu saya di Bali saya pernah melihat Kuntilanak di balik jendela,lalu saya waktu di Bandung suka ikut mamah ke orang pintar yang mempunyai Jin-Jin,lalu saya suka nonton film horor,jadi imajinasi saya berputar bahwa semua hantu itu ada dipikiran dan bayangan saya.Aduhhh,takutnya bukan main,gimana ini,mau memejamkan mata saja,yang terbayang wajah-wajah setan,tapi kalau mata saya melek,saya takut setan itu menampakan dirinya.Saya berdoa sambil ketakutan,terus sampai pagi.Rasanya lama sekali waktu berlalu.Sampai saya lihat ada cahaya matahari masuk,amien ya Tuhan,pagi sudah datang.Saya pun pindah dari lantai 1 ke lantai 3,karena dilantai 3 lah tempat tidurnya.
        Saya menyapu dan mengepel lantai 1,2 dan 3.Lalu saya membersihkan debu-debunya.Huuuh,capeknya.Dirumah saya tidak pernah menyapu dan mengepel,jadi saat saya menyapu dan mengepel disini,rasanya badan saya lemas.Saya mau makan harus masak sendiri,aduh buat masak nasi yang ada hanya dandang,yach tapi saya syukuri karena dandang pun bisa untuk masak nasi.Aduh,masalah datang lagi,saya kan tidak bisa masak nasi menggunakan dandang,gimana caranya ini.Masak nasi menggunakan rice cooker saja kadang lembek kadang nasinya masih keras,apalagi harus masak menggunakan dandang.Saya telepon teman-teman menayakan bagaimana memasak nasi menggunakan dandang,mereka pun menjawab.Tapi saya coba ko tetap tidak bisa,akhirnya saya masukan saja air yang banyak,jadi bubur dech.Tiap hari saya selalu berusaha untuk bisa masak nasi,tapi hasilnya tetap bubur terus,huuh menyebalkan.Tiba saat malam hari,aduhhh ketakutan saya bertambah lagi,saya tidur sendirian dilantai 3,sendirian,takuttt.Semua lampu dari lantai 1,2,dan 3,saya nyalakan semua.Aduhhh,gak bisa tidur sama sekali,panas,banyak nyamuk.Mau tidur di lantai 2 yang pakai ac biar dingin,tapi takut.Saya bingung mau berbuat apa,mana lagi hamil,sendirian.Mitosnya,kalau orang hamil suka diikuti kuntilanak,saya jadi takut,nanti kuntilanak datang pula menemani saya.Saya berdoa supaya saya punya teman di ruko “New Life” ini.Saya hanya senang bila hari senin,rabu dan jum’at,karena ada pertemuan di ruko ini,jadi saya merasa ada teman dan tidak sendiri.
        Setiap hari senin,ada pemuridan,hari rabu ada doa,dan hari jum’at ada jumpa darat.Saya selalu berharap agar setiap jumpa darat ada orang baru yang datang agar bisa tinggal disini bersama saya.Tetapi saya masih tetap tinggal sendiri disini,ketika mereka sudah pulang pertemuan,saya pun sendiri lagi,dan takut.Tiba-tiba ada seekor tikus yang menemani saya,mau saya pukul tapi takut karena saya lagi hamil,ya sudah saya biarkan saja.Malam tidak bisa tidur,saya hanya bisa tidur sekitar jam 3 atau jam 4 pagi.Ketika baru nyenyak tidur,pendiri “New Life”datang,karena dilantai satu adalah tempatnya dia bekerja.Aduh baru saja tidur sudah harus bangun lagi.Mana rukonya belum saya bersihkan pula,aduh malunya.Setelah dia pergi lagi dari ruko ini,saya langsung bersihkan ruko ini dan makan bubur nasi seperti biasa.
        Saya merasakan menyesal,kenapa diwaktu saya tinggal dengan orang tua,saya tidak pernah mau belajar masak dari mamah,disini saya baru terasa masak masakan sendiri yang aneh rasanya,tapi tak apalah namanya juga belajar.Waktu dimalam jum’at habis selesai jumpa darat,pendiri “New Life” yang merupakan juga seorang pendeta mendoakan saya dan bayi dalam kandungan saya.Doa pertobatan saya lakukan.Pak pendeta mendoakan saya agar kuntilanak yang sering menghantui pikiran saya pergi dalam nama Yesus,dan Susuk yang ada dalam tubuh saya juga hilang dalam nama Yesus.Saya pun menangis,disitu saya menyesalai semua perbuatan saya yang baru saya sadari ternyata tidak berarti.Dan pak pendeta pun mengajak saya agar mau mengampuni semua orang yang telah menyakiti hati saya.Susah rasanya memaafkan dukun yang sudah menipu saya,pria yang sudah merenggut kehormatan saya tanpa pertanggung jawaban,dan papah saya yang telah membuat saya salah langkah.Saya benci mereka,saya benci orang-orang didunia ini,hanya berteman dengan kita saat kita senang,tapi saat susah tidak ada.Saya benci,benci semuanya.Tapi pak pendeta berkata bahwa saya harus mengampuni mereka.Saya menangis dan mulut saya berkata bahwa saya mengampuni mereka.
        Ketika saya sudah didoakan ada kelegaan dalam hati saya,bahwa Tuhan Yesus ada dalam hidup saya,tapi saya sedih,karena saya ingin dalam hidup mamah,papah,kedua kakak saya,kakak ipar saya dan keponakan saya,semua nya menerima Yesus dalam hati mereka juga.Saya mulai belajar melupakan kepahitan dimasa lalu saya dan mulai belajar mengampuni,dan percaya Tuhan punya rencana buat hidup saya.

        Di “New Life”, hidup saya mulai dibentuk,dipulihkan,dan dibina.Dengan semangat dan dorongan dari “New Life” saya pun dengan rasa takut akhirnya mengakui keadaan saya kepada orang tua bahwa saya hamil tanpa tahu ayah dari bayi yang saya kandung ini,ini semua akibat kenakalan saya.Orang tua merasa kecewa terhadap saya,tetapi mereka mengampuni saya dan berkata bahwa mereka sayang kepada saya.Tapi untuk sementara ini,mereka belum bisa menerima kehadiran saya dan bayi dalam kandungan saya ini,karena kalau tetangga tahu,itu akan menjadi aib bagi keluarga.
        Hari demi hari saya lalui di sini,saya mulai menceritakan keadaan saya kepada tetangga disini yang bertanya kepada saya.Tapi kalau mereka tidak bertanya,saya tentu saja tidak bercerita.Saya pun mulai mempunyai teman baru di ruko.Saya senang karena saya tidak sendiri lagi.Saya mulai berani keluar,dan mulai berani mengakui keadaan saya,karena “New life“ selalu menyemangati hidup saya,dan saya merasakan saya punya keluarga baru yang Tuhan pilihkan untuk menemani hidup saya.Orang-orang yang tidak saya kenal sama sekali mau menolong hidup saya.Mau membantu saya untuk mempunyai “hidup baru”,dan kami selalu berdoa untuk bayi dalam kandungan saya.Banyak orang berkata,anak saya akan cacat karena telah banyak obat-obatan dan cara yang saya pakai untuk meenggugurkan bayi ini.Tapi didalam doa kami,kami tolak semua kutuk untuk anak ini,dalam nama Tuhan Yesus.Saya pun di baptis selam,bertobat dan hidup baru.
        Setelah tiba saatnya melahirkan,saya merasakan kesakitan yang luar biasa,hati saya berdebar-debar,bagaimana nanti wajah anak saya.Ketika hari kamis saat siaran “New Life”berlangsung saya melahirkan di klinik bersalin samping tempat saya tinggal.Ada ibu pendeta dan teman saya diruko yang menemani saya saat saya melahirkan.Dan ketika saya lihat anaknya lucu,sehat dan kuat.
        Tidak saya sangka,ketika saya tinggal di “New Life” ini pun,saya bisa masuk tv,saya menjadi bintang tamu acara tersebut.Sudah 2x saya masu tv lokal di Batam.Padahal saya pikir mana bisa masuk tv,biasanya kan hanya artis saja yang masuk tv,tapi ternyata Tuhan mengijinkan saya melalui “New Life” ini untuk masuk tv.
        Perlahan-lahan hidup saya mulai pulih,dan diruko pun mulai ada jiwa-jiwa baru.Senangnya hatiku karena saya sudah tidak sendirian lagi sekarang.Tuhan memberikan orang-orang pilihannya untuk membantu saya lebih dekat dengan Tuhan dan mengajarkan saya untuk menemui arti hidup saya.
Saya merasakan damai dan sukacita berada di tempat ini,berkumpul dengan orang-orang pilihannya dan orang-orang yang bisa membimbing saya untuk saya mengetahui sebetulnya apa yang saya cari didunia ini.
        Tuhan itu baik,saya bersyukur sampai saat ini,saya sudah 9 bulan berada di tempat ini,dan sudah 4 bulan usia anak saya,kami hidup dengan bahagia,dan Tuhan selalu mencukupkan saya dengan berkatnya bahkan lebih,melalui “New Life” ini.
        Ternyata saat dunia membuang saya,Tuhan mengangkat saya dari tempat yang hina ke tempat yang mulia.Mungkin bila seandainya dulu saya berhasil menggugurkan kandungan saya,mungkin saya sekarang akan menjadi wanita nakal bahkan mungkin menjadi seorang pelacur.Tapi Tuhan memberikan kasihnya kepada saya melalui “New Life” ini.Saya tahu bahwa ini bulan suatu kebetulan,tapi Tuhan punya rencana yang indah buat hidup saya.Sekarang jika Tuhan mengijinkan,saya ingin menjadi alatMu.Entah bagaimana caranya,tapi Engkau-lah yang lebih tahu ya Tuhan.Terima kasih Tuhan Yesus,Terima kasih “New Life”.    
                                                                                       
            SELAMAT TINGGAL MASA LALU,

            SELAMAT DATANG HIDUP BARU



                               
 UCAPAN TERIMAKASIH KEPADA:

1.Tuhan Yesus Kristus sebagai juruselamat hidupku
2.New Life
3.Bapak Susilo Susanto,Ibu Ervi Johan,dan ketiga         anaknya:Alfor,Allin,Lovin,serta Mba Imas.
4.Bapak Johanes Bagus Dharmawan,Ibu Agiana Dita,dan kedua  anaknya:Arthur dan Anastasya,serta Eyang kakung dan Eyang Putri.
5.Ko Funixm dan Kakak Yenny,dan kedua anaknya:Matthew dan Mayer serta mba Salinah.
6.Papah dan Mamah serta keluarga di Bandung
7.Martha,Agnes,Vivi,mba rina dan ko Hengky.
8.Keluarga besar New Life  Batam
9.Batam Tv,karena saya bisa sampai di “New Life”ini karena menonton siaran di channel Batam tv
10.Christian Miracle Beloved,karena dengan adanya Christian di hidup saya,saya bisa sampai berada disini.
11.Teman-teman semua yang pernah mengisi masa laluku.




        ( Ibrani 12:11)
        Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak     mendatangkan sukacita,tetapi dukacita.Tetapi kemudian ia        menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai     kepada mereka yang dilatih olehnya.

        ( 2 timotius 2:7)
        Tuhan akan memberi kepadamu pengertian dalam segala       sesuatu.

        (Mazmur 37:5)
        Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah     kepadaNya,Ia akan bertindak dan menyelamatkanmu.
       
                                                        Amien....


Luar Biasa, Dashyat & mantap. NEW LIFE

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar yang membangun. Terimakasih.